Tuesday, September 27, 2016

12 ASAS BIMBINGAN DAN KONSELING BESERTA CONTOHNYA

A.                12 ASAS BIMBINGAN DAN KONSELING BESERTA BERIKAN CONTOHNYA?
1.      Asas Kerahasiaan
            Yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakannya segenap data dan keterangan tentang peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan, yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain.dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaannya benar-benar terjamin.
Contoh :
            Ada seorang konseli yang menceritakan kepada konselor bahwa seorang konseli itu memiliki penyakit HIV yang dididapnya sejak lama.maka seorang konselor harus bias menjaga kerahasiaan tersebut agar penyakit konseli itu tidak diketahui oleh banyak orang.
2.      Asas Kesukarelaan
            Yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (konseli) mengikuti/menjalani layanan atau kegiatan yang diperlukan baginya. dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut.
Contoh :
            Ada seorang peserta didik yang yang selalu tidak masuk dikarenakan tidak suka pada salah satu mata pelajaran disekolahnya. Sebagai guru konselor seharusnya kita harus mengubah sikap/perilaku konseli tersebut agar dapat suka pada mata pelajaran tersebut dengan selalu membina dan mengembangkannya.
3.      Asas Keterbukaan
            Yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan atau kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura, baik didalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (konseli).
Contoh :
            Ada seorang konseli yang memiliki sifat tertutup,sebagai konselor kita harus dapat mengubah konseling untuk berbicara secara terbuka dan tidak berpura-pura dalam menceritakan masalah pribadinya sendiri.sehingga konseli dapat berbicara jujur dan merasa nyaman dalam menyampaikan masalhnya.
4.      Asas Kegiatan
            Yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan berpartisipasi secara aktif didalam penyelenggaraan layanan atau kegiatan bimbingan.dalam hala ini guru pembimbing perlu mendorong peserta didik untuk aktif dalam setiap layanan atau kegiatan bimbingn dan konseling yang diperuntukkkan baginya.
Contoh :
            Seorang konselor harus harus bias membuat suatu program kegiatan.seperti ospek (maba) maupun MOS (siswa baru),agar konseli / peserta didik dapat mengenalai lingkungan yang baru serta mampu untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan yang baru.
5.      Asas Kemandirian
            Yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling, yakni : peserta didik (konseli) sebagai sasaran layanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi siswa-siswa yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya,mampu mengambil keputusan,mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri.dalam halam ini guru pembimbing sehendaknya mampu mengarahkan segenap layanan bimbingan dan konseling yang diselengarakannya bagi berkembannnya kemandirian peserta didik.
Contoh :         
            Ada seorang konseli yang cacat fisik dating pada kita,dia menceritakan bahwa dia tidak memiliki semangat untuk meneruskan hidupnya. Sebagai konselor yang professional kita harus bisa menumbuhkan rasa semangat hidup dengan cara memberikan pemahaman agar konseli tersebut mengenal dan menerima dirinya dan lingkungan,dan mampu mengambil sebuah keputusan agar konseli tersebut menjadi diri yang mandiri.
6.      Asas Kekinian
            Yaitu asas bimbingan dan konseling yang menhendaki agar objek sasaran layanan bimbingan dan konseling  ialah permasalahan peserta didik (konseli) dalam kondisinya sekarang.
Contoh :
            Konselor tidak hanya focus pada masalah yang telah dihadapi,tetapi konselor harus terus memantau perkembangan konseli baik fisik dan psikisnya.
7.      Asas Kedinamisan
            Yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi layanan terhadapa sasaran layangan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju,tidak monoton dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu.
Contoh :
            Seorang konselor harus mampu mengikuti pergerakan jaman,agar konselor dapat menyelesaikan suatu permasalahan yang pada seorang konseli yang semakin kompleks.misalnya keluarga broken,serta pergaulan bebas dikalangan pemuda.
8.      Asas Keterpaduan
            Yaitu asas bimbingan dan koseling yang menghendaki agar berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling, baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain, saling menunjang, harmonis,dan terpadu.untuk ini kerjasama antara guru pembimbing dan pihak-pihak berperan dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan.
Contoh :
            Seorang konseli melakukan kerjasama dengan seorang psikologi seks maupun dokter kandungan,dan mengundangnya  kesekolah untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik di sekolah agar konseli/peserta didik memiliki pengetahuan dan pemahaman yang lebih jelas tentang seks.supaya mereka tidak terjerat dalam pergaulan bebas.
9.      Asas Keharmonisan / kenormatifan
            Yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada aturan dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada, yaitu nilai dan norma agama,hukum dan peraturan,adat istadat,ilmu pengetahuan,dan kebiasaan yang berlaku.
Contoh :
            Seorang konselor dalam menjalankan tugasnya,harus sesuai dengan norma,hukum,dan adat istiadat.sehingga tercipta suasana yang harmonis diantara konseli dan konselor.karena seorang konselor yang professional harus bias menciptakan suasana yang nyaman bagi seorang konseli.
10.  Asas keahlian
            Yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah professional. Dalam hal ini,para pelaksana bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbi9ngan dan konseling.
Contoh :
            Apabila ada seorang konseli/peserta didik yang datang pada seorang konselor,seorang konselor harus bersikap sebagai konselor.bukan bersikap pada seperti dokter maupun yang lainnya.yaitu memberikan sepenuhnya semua keputusan pada konseli
11.  Asas Alih Tangan Khasus
            Yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didi (konseli) mengalih tangankan permalahan itu kepada pihak yang lebih ahli.
Contoh :
            Ada seorang peserta didik/konseli yang mengalami stress garar tidak lulus sekolah,seorang konselor tidak dapat bertidak sendiri dalam konteks ini.seorang konselor haru melakukan kerjasama dengna pihak yang lebih kompeten dalam kasus ini.seperti membawa konseli tersebut pada seorang psikiater maupun dokter.
12.  Asas Tut Wuri Handayani
            Yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan menciptakan suasana mengayomi, mengembangkan keteladanan dan memberikan rangsangan dan dorongan serta kesempatan yang seluas-luasnya kepada konseli untuk maju.
Contoh :
            Seorang konselor harus menjadi guru teladan,dan menyenangkan.agar peserta didik / konseli tidak takut menceritakan masalahnya kepada kita,dan mampu mengayomi peserta didik.

B.                JELASKAN LANDASAN BIMBINGAN DAN KONSELING BESERTA CONTOHNYA?
Secara umum terdapat empat aspek pokok yang mendasari bimbingan dan konseling yaitu:
1.      Landasan Filosofis
            Landasan filosofis merupakan landasan yang dapat memberikan arahan dan pemahaman khususnya bagi konselor dalam melaksanakan setiap kegiatan bimbingan dan konseling yang lebih bisa dipertanggungjawabkan secara logis, estis maupun estis.
2.      Landasan psikologis
            Landasan psikologis merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman bagi konselor tentang perilaku individu yang menjadi sasaran layanan (klien).
3.      Landasan sosial-budaya
            Landasan sosial-budaya merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman kepada konselor tentang dimensi kesosialan dan dimensi kebudayaan sebagai faktor yang memperngaruhi terhadap perilaku individu.


4.      Landasan pengetahuan dan teknologi
            Layanan bimbingan dan konseling merupakan kegiatan profesional yang memiliki dasar-dasar kilmuan, baik menyangkut teori maupun prakteknya. Pengetahuan bimbingan dan konseling disususn secara logis dan sistematis dengan menggunakan berbagai metode seperti: pengamatan, wawancara, analisis dokumen, prosedur tes, inventory atau analisis laboratoris yang dituangkan dalam bentuk laporan penelitian, buku teks dan tulisan ilmiah lannya.
                                                       
C.                APA YANG DIMAKSUD DENGAN BIMBINGAN DAN KONSELING BERDASARKAN TEORI DAN MENURUT PEMAHAMAN ANDA?
1.      Pengertian Bimbingan dan Konseling Berdasarkan Teori
Pengertian bimbingan menurut Frank Parson (1951: 23) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan bimbingan yaitu bantuan yang diberikan kepada individu untuk dapat memilih, mempersiapkan diri, dan memangku jabatan serta mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya.
Dunsmoor and Miller (1969: 71) menjelaskan bahwa bimbingan yaitu suatu bentuk bantuan yang sistematik melalui mana siswa dibantu untuk memperoleh penyesuaian yang baik terhadap sekolah dan terhadap kehidupan.
Prayitno (1978: 21) membagi kepada beberapa kriteria, antara lain:
1.      Bimbingan adalah usaha pemberian bantuan
2.      Bimbingan diberikan kepada orang-orang dari berbagai usia
3.      Bimbingan diberikan oleh tenaga ahli
4.      Bimbingan bertujuan untuk perbaikan kehidupan orang yang dibimbing, yaitu untuk:
a.       Mengatur kehidupan sendiri
b.      Mengembangkan atau memperluas pandangan
c.       Menetapkan pilihan
d.      Mengambil keputusan
e.       Memikul beban kehidupan
f.       Menyesuaikan diri
g.      Mengembangkan kemampuan
5.      Bimbingan diselenggarakan berdasarkan prinsip demokrasi
6.      Bimbingan merupakan bagian pendidikan secara keseluruhan
Dari beberapa pendapat yang dikemukakan di atas, dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan bimbingan merupakan proses layanan yang diberikan kepada individu guna membantu mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam membuat pilihan, rencana, dan interpretasi yang diperlukan untuk penyesuaian diri yang baik. Dengan kata lain, bimbingan merupakan segala kegiatan yang bertujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap individu.
Berikut ini akan dijelaskan pengertian konseling. Prayitno (1982) mengemukakan bahwa konseling mempunyai pengertian pertemuan empat mata antara klien dan penyuluh yang berisi usaha laras, unik dan hubungan yang di lakukan dalam suasana keahlian dan didasarkan norma-norma yang berlaku.
Kemudian Shertzer dan Stone (1974: 54) mengemukakan bahwa konseling adalah proses di mana konselor membantu klien membuat interpretasi tentang fakta yang berhubungan dengan pilihan, rencana atau penyesuaian yang perlu dibuatnya.
2.      Pengertian Bimbingan dan Konseling Menurut Pemahaman saya
Berdasarkan pengertian dari para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa konseling merupakan hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara dua orang, dimana konselor melalui kemampuan khususnya menyediakan situasi belajar, dan bibantu untuk memahami diri sendiri, keadaan sekarang, kemungkinan masa depan yang dapat ia ciptakan melalui potensi yang dimilikinya demi kesejahteraan pribadi, masyarakat, serta dapat belajar memecahkan masalah dan menemukan kebutuhan mendatang.



D.                APA MANFAAT MEMPELAJARI BIMBINGAN DAN KONSELING?
Menurut saya calon konselor harus mempelajari BK belajar karena pada dasarnya tugas seorang konselor adalah membantu klien dalam mencapai proses perkembangannya serta membantu mengentaskan masalah-masalah yang dihadapinya. Sedangkan sebagai konselor sekolah, kita nanti akan berhadapan dengan siswa dengan berbagai macam permasalahannya. Salah satu permasalahan yang mungkin timbul atau dialami oleh siswa adalah masalah yang terkait dengan belajar. Sehingga sebelum kita benar-benar terjun untuk membantu masalah tersebut, kita harus mengetahui serta memahami semua hal yang berkaitan dengan belajar tersebut. Mulai dari memahami hakikat belajar, jenis masalah yang mungkin timbul ketika belajar (kesulitan belajar), penyebab kesulitan-kesulitan belajar tersebut, serta bagaimana upaya penanganan yang tepat terhadap berbagai macam kesulitan tersebut. Selain itu dengan dipahaminya berbagai macam serta penyebab kesulitan belajar tersebut diharapkan konselor dapat memberikan upaya preventif atau pencegahan sehingga masalah-masalah kesulitan belajar itu tidak timbul pada siswa.

E.                KEMUKAKAN MASALAH BK KELOMPOK DAN UPAYA PENYELESAIANNYA?
Contoh kasus :
                Asmara adalah anak kedua dari 3 bersaudara.Saat ini dia kelas 6 SD di salah satu Sd Negeri di Kotanya.Setiap hari dia selalu membantu orangtuanya memasak,mencucui pakaian dan mencuci piring.Dia juga kadang-kadang bermain dengan teman-temannya.Saat pulang sekolah  dia selalu belajar mengulng kembali materi yang disampaikan oleh gurunya sehingga prestasi di sekolahannyapun bagus dan selalu masuk 10 besar.
            Kakak pertama Asmara adalah Kak Tina,saat ini dia berusia 20 tahun dan adiknya laki-lakinya berumur  9 tahun kelas 4SD.Setelah kedua orangtuanya memutuskan untuk menjadi TKI di Arab,kini Asmara tinggal dengan adik dan kakaknya.
            Asmara sebenarnya tidak suka jika kakaknya setiap hari membawa pacarnya untuk menginap dirumahnya.Dan pada suatu malam sekitar pukul 11 malam,Kakaknya pulang dengan pacarnya,Kakaknya tampak lemas dan tidak sadar seperti mabuk.Malam itu ketika semua sudah tertidur tiba-tiba pacar kakaknya Asmara menghampiri Asmara  mencoba merayu dan memegang rambutnya.Dengan kaget Asmara berteriak namun dengan cepat Asmara dipukul dan tidak sadrkan diri.
            Keesokan harinya saat Asmara bangun,ia melihat gumpalan darah dicelananya.Ia pun kaget karena dia juga tidak sedang mengalami menstruasi.Sejak kejadian malam itu ia mulai berubah,Asmara tampak murung dan sedih.Ia juga jarang bergaul dengan teman-temannya lagi.Disekolah prestasinya menurun.Saat ditanya oleh gurunya kenapa beberapa hari tidak masuk? Ia hanya menjawab sedang sakit dan tidak mau menceritakan tentang masalah yang sedang dialaminya
            Dua bulan berlalu Asmarapun akan menceritakan kejadian yang dialaminya kepada kakaknya karena sudah satu bulan lebih ia tidak mengalami menstruasi.Ternyata saat kakaknya mengajaknya untuk periksa ke dokter,ternyata Asmara hamil.Kehidupan Asmarapun berubah.Ia dikeluarkan dari Sekolah.Setelah orang tuanya mengetahui bahwa Asmara hamil tanpa seorang suami karena laki-laki yang menghamili Asmara telah melarikan diri setelah kakaknya juga dihamili oleh dia.Kini keluarga Asmara menjadi berantakan.Ayah dan ibunya tidak perah pulang lagi ke Indonesia karena malu mempunyai 2 anak yang sedang hamil tanpa suami.Adik Asmara pun menjadi liar dan ikut bergabung dengan geng-geng nakal.Sehingga ia juga dikeluarkan dari sekolah.
1.                  IDENTIFIKASI MASALAH
Ø  Gejala yang Nampak
1.      Anak menjadi minder
2.      Anak menjadi murung
3.      Berdiam diri tidak mau menceritakan apaa yang terjadi
4.      Keadaan fisiknya mulai berubah
5.      Prestasi belajarnya menurun.

2.      DIAGNOSIS
Jenis Masalah
Bentuk Masalah
1.      Keluarga








2.      Lingkungan
a.       Kurangnya perhatian dari orangtua
b.      Orangtua malah meninggalkannya ketika ia sedang membutuhkan bantuan
c.       Kurang akrab dengan kakaknya
a.       Dikeluarkan dari sekolah
b.      Menjadi minder dan pendiam

                                                           
3.                  PROGNOSIS
            Dalam permasalahan ini bentuk bantuannya dengan menggunakan strategi interaktif. Dilaksanakan dalam bentuk interaksi langsung antar siswa dengan anak yang menghadapi masalah,baik dengan pendekatan individual maupun kelompok.Bentuk bantuan ini misalnya nasihat,konseling,konsultasi atau pengajaran individual.Tapi tidak  dengan strategi interaktif saja tetapi juga membutuhkan bantuan yang disebut referral atau alih tangan. Pada kasus ini yaitu anak yang mengalami gangguan moral dan mental maka penanganannya diserahkan ke dokter dan psikolog. Langkah-langkahnya dapat ditempuh sebagai berikut:
1.      Jenis masalah               : masalah keluarga
            Bentuk masalah           : kurangnya perhatian keluarga
2.      Intensitas masalah yang lebih besar adalah Asmara dan kakaknya hamil dan ditinggal oleh orangtuanya.
3.      Urutan prioritas sesuai dengan intensitas masalah.
a.       Setelah ditinggal orangtuanya anak kurang perhatian
b.      Setelah kejadian pemerkosaan itu anak menjadi minder
c.       Perubahan fisik anak yang drastis
d.      Dikucilkan keluarganya dan lingkungannya
e.       Hidupnya menjadi berantakan
4.      Alternatif yang dapat dilakukan sesuai dengan rumusan masalah tersebut.
a.       Dengan pendekatan agar anak itu mau berbicara tentang masalah yang sedang dihadapinya
b.      Mengajak anak untuk konsultasi di bimbingan konseling yang ada disekolahnya
5.            a.   Dengan melakukan pendekatan karena dengan cara ini anak akan    
            lebih  diperhatikan dan mau memberitahukan tentang apa yang
            sedang dialaminya.
      b.   Dengan mengajak anak konsultasi membuat anak semakin terbuka
           dan membantu untuk memecahkan masalahnya.
6.      Rencana pemberian bantuan dengan memperhatikan aspek-aspek sebagai berikut:
a.       Kapan dilaksanakannya?
Saat jam pulang sekolah guru dapat memberikan pendekatan terhadap anak sehingga anak akan lebih terbuka
b.      Dimana tempatnya?
Diruang BK yang khusus untuk konsultasi
c.       Siapa yang melaksanakan?
Anak yang mempunyai masalah dan guru Bk maupun wali kelas
d.      Bagaimana pengelolaannya?
Guru melakukan pendekatan terhadap anak,lalu mencoba memecahkan masalahnya dengan berbagai strategi yang dilakukan dan beberapa pendekatan interaksi setelah itu dilakukan konferensi kasus.


4.                  PEMBERIAN BANTUAN
            Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola pemberian bantuan antara lain:
a.       Perencanaan program
            Program apa saja yang harus dilakukan oleh guru BK dalam menangani kasus tersebut.
            Seperti  program temu wali murid untuk mendekatkan siswa dengan orangtua serta teman-temannya.
b.      Pengorganisasian
            Sistem organisasinya harus jelas  agar pelaksanaan pemberian bantuan dapat mencapai hasil yang maksimal.
c.       Pengaturan dan pembagian tugas diantara personal yang terkait
Pembagian tugas harus jelas diantara para personal yang akan menghadapi berbagai macam masalah.
d.      Pendekatan dan teknik yang digunakan
            Dengan menggunakan pendekatan dan teknik emosional  gejala jiwa yang ada di dalam diri seseorang.Emosi berhubungan dengan masalahnperasaan.Seseorang yang mempunyai perasaan pasti dapat merasakan sesuatu,baik perasaan jasmaniah maupun perasaan rohaniah.Perasaan rohaniah di dalamnya ada perasaan intelektual,perasaan estetis,perasaan etis,perasaan social,dan perasaan harga diri.
e.       Koordinasi
            Dengan melakukan pembagian dan koordinasi yang jelas diantara personil yang terkait.
f.       Pemantauan dan evaluasi
            Melakukan evaluasi setelah permasalahan itu diselesaikan apakah masih berdampak pada anak ataupun tidak.




5.                  EVALUASI DAN TINDAK LANJUT
            Langkah evaluasi dan tindak lanjut dimaksudkan untuk mengetahui ketepatan tindakan dan hasil pelaksanaan bantuan yang diberikan pada kasus tersebut sehingga setelah permasalahan itu selesai dapat diketahui sejauh mana upaya dan pemberian bantuan itu dapat mencapai hasil yang maksimal.