Monday, September 26, 2016

Contoh Laporan Observasi Pengelolaan Administrasi dan SUpervisi Pendidikan



LAPORAN OBSERVASI
PENGELOLAAN ADMINISTRASI DAN SUPERVISI
MADRASAH TSANAWIYAH MAHDALIYAH KOTA JAMBI

Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Mukhtar, M.Pd
Drs. Khairunnas, M.Pd.I


Description: iain.jpg









DISUSUN OLEH :
ARIF RIDIAWAN
NIM : TE. 110551



JURUSAN BAHASA INGGRIS FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI  SULTAN THAHA SAIFUDIN
JAMBI 2012

LEMBAR PENGESAHAN

PENYUSUNAN LAOPRAN PENELITIAN

Nama             : Arif Ridiawan
N I M               : TE. 110551

PENELITIAN PENGELOLAAN ADMINISTRASI
DAN SUPERVISI PENDIDIKAN


Disahkan Pada Tanggal :     November 2012


Mengesahkan
Kepala MTs Mahdaliyah Jambi
KEC. KOTA BARU


DRA. THOIPAH, S.Pd











KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah penyusun mengucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, karunia dan hidayahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan yang berjudul “Pengelolaan Administrasi dan Supervisi Pendidikan di MTs Mahdaliyah Jambi”.
Penulisan laporan ini digunakan untuk memenuhi tugas mata kuliah Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Pada kesempatan ini perkenankan saya mengucapkan terima kasih kepada :
1.   Bapak Prof. Dr. Mukhtar, M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Administrasi dan Supervisi Pendidikan.
2.   Bapak Drs. Khairunnas, M.Pd.I selaku asisten dosen pengampu mata kuliah Administrasi dan Supervisi Pendidikan.
3.   Teman – teman Semester III Jurusan Bahasa Inggris, khususnya kelas A angkatan 2011 yang telah memberikan segala dukungan, nasehat dan bantuannya dalam proses penyusunan tugas ini.
4.    Semua pihak yang telah membantu penyelesain tugas ini. Sehingga tugas ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Pepatah mengatakan tidak ada gading yang tak retak. Oleh karena itu penulis sadar dalam laporan ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan, penulis mohon maaf dan meminta kepada bapak dosen, kiranya sudi memberikan kritik dan saran untuk perbaikan selanjutnya. Sekian dari penulis semoga tugas ini sesuai dengan apa yang diharapkan dan dapat bermanfaaat bagi yang membacanya.


     November,     2012


            Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................. i
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................. ii
KATA PENGANTAR ........................................................................... iii
DAFTAR ISI .......................................................................................... iv
BAB    I    PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang ................................................................... 1
B.   Rumusan Masalah ........................................................... 1
C.   Tujuan dan Manfaat .........................................................
BAB   II    KAJIAN TEORI
A.   Pengertian Administrasi dan Supervisi Pendidikan ...
B.   Ruang Lingkup Administrasi dan
Supervisi Pendidikan .......................................................
C.   Pengawas (Supervisor) Madrasah atau Sekolah
dan Aturan yang Mengikat Supervisor ..........................
BAB   III   METODE PENELITIAN
A.   Rancangan Penelitian .....................................................
B.   Instrumen Pengumpulan Data .......................................
BAB   IV   PAPARAN DATA DAN TEMUAN HASIL PENELITIAN
A.   Sejarah Singkat MTs Mahdaliyah ..................................
B.   Visi dan Misi MTs Mahdaliyah ........................................
C.   Struktur Organisasi MTs Mahdaliyah ............................
D.   Struktur dan Muatan Kurikulum MTs Mahdaliyah  .....
E.   Sarana dan Prasarana MTs Mahdaliyah ......................
F.    Kondisi Guru dan Karyawan MTs Mahdaliyah ............
G.   Kondisi Siswa MTs Mahdaliyah .....................................




BAB    V  PENUTUP
A.   Simpulan ............................................................................
B.   Saran ...................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................
LAMPIRAN ...........................................................................................


























BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang
Madrasah Tsanawiyah merupakan sebuah sistem, tepatnya sebuah sistem pendidikan. Sebagai sebuah sistem pendidikan, Madrasah Tsanawiyah memiliki program kegiatan belajar. Pemerintah telah berusaha melakukan pembaharuan pada kurikulum Madrasah Tsanawiyah, pembaharuan ini melahirkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang menjadi pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. Program kegiatan tersebut harus direalisasikan agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
Dalam upaya merealisasikan KTSP yang telah dikembangkan oleh Pemerintah dan menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang efektif, maka Madrasah Tsanawiyah harus memiliki sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Sarana dan prasarana yang dimaksud di sini antara lain berupa bangunan, perabot Madrasah Tsanawiyah.
Keberadaan sarana dan prasarana di Madrasah Tsanawiyah harus dikelola atau diadministrasikan dengan sebaik-baiknya, sehingga keberadaannya selalu dalam kondisi siap pakai. Tanpa dikelola dan diadministrasikan dengan sebaik-baiknya.Dalam hubungannya dengan pengelolaan atau administrasi sekolah, maka laporan ini akan membahas mengenai pengertian Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Ruang Lingkup Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Pengawas dan Aturan yang Mengikat Supervisor Pendidikan.

B.           Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan di atas, maka dapat dirancang rumusan masalah sebagai berikut:
1.    Apa pengertian administrasi dan supervisi  pendidikan?
2.    Apa saja ruang lingkup administrasi dan supervisi pendidikan?
3.    Siapakah pengawas (supervisor) madrasah atau sekolah serta aturan yang berlaku untuk pengawas (supervisor)?
4.    Bagaimana administrasi pembelajaran di MTs Mahdaliyah Jambi?
5.    Bagaimana kondisi guru dan karyawan di MTs Mahdaliyah Jambi?
6.    Bagaimana kondisi siswa di MTs Mahdaliyah Jambi?

C.           Tujuan dan Manfaat
Adapun tujuan dan manfaat dari  laporan observasi ini adalah :
1.    Menjelaskan pengertian administrasi dan supervisi pendidikan.
2.    Menjelaskan ruang lingkup administrasi dan supervisi pendidikan.
3.    Menjelaskan siapa pengawas (supervisor) madrasah atau sekolah serta aturan yang berlaku untuk pengawas (supervisor).
4.    Menguraikan sistem administrasi pembelajaran di Mts Mahdaliyah Jambi.
5.    Mengetahui kondisi guru dan karyawan di MTs Mahdaliyah Jambi.
6.    Mengetahui kondisi siswa di MTs Mahdaliyah Jambi.

D.           Sistematika Penyusunan
Untuk mempermudah pokok permsalahan, maka penulis menysun makalah ini dengan sistematika sebagai berikut:
BAB   I           PENDAHULUAN
A.            Latar Belakang
B.            Rumusan Masalah
C.            Tujuan dan Manfaat
D.            Sistematika Penyusunan
BAB   II          KAJIAN TEORI
A.           Pengertian Administrasi dan Supervisi Pendidikan
B.           Ruang Lingkup Administrasi dan Supervisi Pendidikan
C.           Pengawas (Supervisor) Madrasah atau Sekolah dan Aturan yang Mengikat Supervisor
BAB   III         METODE PENELITIAN
A.           Rancangan Penelitian
B.           Instrumen Pengumpulan Data
BAB   IV        PAPARAN DATA DAN TEMUAN HASIL PENELITIAN
A.           Sejarah Singkat MTs Mahdaliyah Jambi
B.           Visi dan Misi MTs Mahdaliyah Jambi
C.           Struktur Organisasi MTs Mahdaliyah Jambi
D.           Struktur dan Muatan Kurikulum MTs Mahdaliyah Jambi
E.           Sarana dan Prasarana MTs Mahdaliyah Jambi
F.            Kondisi Guru dan Karyawan MTs Mahdaliyah Jambi
G.           Kondisi Siswa MTs Mahdaliyah Jambi
BAB   V         PENUTUP
A.           Kesimpulan
B.           Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN












BAB II
KAJIAN TEORI
ADMINISTRASI DAN SUPERVISI PENDIDIKAN

A.           Pengertian Administrasi Dan Supervisi Pendidikan
Administrasi dalam pengertian secara harfiah, kata “administrasi” berasl dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare.kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris yang berarti “ke” atau “kepada”. Dan kata ministrare sam artinya dengan kata to serve atau to conduct yang berarti “melayani,membantu dan mengarahkan”. Dalam bahasa inggris to administer berarti pula “mengatur,memelihara dan mengarahkan”.
Jadi kata”administrasi” secara harfiah dapat di artikan sebagai suatu kegiatan atau usaha untuk membantu,malayani,mengarahkan atau mengatur semua kegiatan didalam mencapai suatu tujuan.(Purwanto:1:2007)
Menurut Slamet Wijadi Atmosudarmo (1961) mengemukakan bahwa pengertian administrasi dapat ditinjau dari sudut: (1)institusional, yaitu administrasi adalah keseluruhan orang atau kelompok orang sebagai suatu kesatuan menjalankan proses kegiatan untuk mencapai tujuan bersama. (2) fungsional, yaitu segala kegiatan dan tindakan yang dilakukan utuk mencapai tujuan termasuk tindakan untuk menentukan tujuan itu sendiri, tindakan tersebut bersifat melihat kedepan: dan (3) administrasi sebagai proses ,yaitu keseluruhan proses yang berupa kegiatan-kegiatan, pemikiran-pemikiran, pengaturan-pengaturan sejak dari penetuan tujuan sampai penyelenggaraan sehingga tercapai tujuan tersebut ( The Liang Gie, 1983:62)
Dalam pengertian luas ini, istilah administrasi dapat diartikan sebagai berikut :
“administrasi adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien”.
Dalam batasan tersebut di atas makna administrasi dapat diurai paling tidak menjadi lima pengertian pokok yaitu :
1.    Administrasi merupakan kegiatan atau kegiatan manusia.
2.    Rangkaian kegiatan itu marupakan suatu proses/pengelolaan dari suatu kegiatan yang kompleks, oleh sebab itu bersifat dinamis.
3.    Prose situ dilakukan bersama oleh sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi.
4.    Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
5.    Proses pengelolaan itu dilakukan agar tujuannya dapat dicapai secara efektif dan efisien.(Tsauri:2:2007)
Supervisi berasal dari kata “super” berarti lebih atau atas, dan “vision artinya melihat atau meninjau. Supervisi artinya melihat atau meninjau yang dilakukan oleh atasan terhadap pelaksanaan kegiatan bawahannya.
Dalam dictionary of education good carter (1959) memberi pengertian bahwa supervisi adalah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas-petugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulasi, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru serta merivisi tujuan-tujuan pendidikan, bahkan pengajaran dan metode serta evaluasi pengajaran.
Supervisi pendidikan atau supervisi sekolah diasumsikan sebagai kegiatan mendeteksi kesalahan dari bawahan dalam melaksanakan perintah serta peraturan-peraturan dari atasan. Kesalahan dalam melaksanakannya dipandang sebagai suatu hal yang harus mendapat hukuman, yang dikenal dengan hukuman administratif. Tetapi sebenarnya kegiatan supervisi itu dilakukan oleh orang tertentu yang disebut dengan supervisor yang pada hakekatnya juga pemimpin pendidikan untuk menilai kemampuan guru maupun tenaga kependidikan lainnya dalam melaksanakan tugasnya masing-masing, serta melakukan  teguran-teguran atau perbaikan terhadap kekurangan-kekurangan atau memberikan solusi terhadap kesulitan yang dialami bawahannya.

B.           Ruang Lingkup Administrasi dan Supervisi Pendidikan
Administrasi pendidikan mempunyai ruang lingkup yang sangat luas. Secara lebih rinci ruang lingkup administrasi pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut :
1.    Administrasi tata laksana sekolah
Hal ini meliputi :
a.    Organisasi dan struktur pegawai tata usaha
b.    Otorosasi dan anggaran belanja keuangan sekolah
c.    Masalah kepegawaian dan kesejahteraan personel sekolah
d.    Masalah perlengkapan dan perbekalan
e.    Keuangan dan pembukuannya
2.     Administrasi personel guru dan pegawai sekolah
Hal ini meliputi :
a.    Pengangkatan dan penempatan tenaga guru
b.    Organisasi personel guru-guru
c.    Masalah kepegawaian dan kesejahteraan guru
d.    Rencana orientasi bagi tenaga guru yang baru
e.    Inservice training dan up-grading guru-guru
3.    Administrasi peserta didik
Hal ini meliputi :
a.    Organisasi dan perkumpulan peserta didik
b.    Masalah kesehatan dan kesejahteraan peserta didik
c.    Penilaian dan pengukuran kemajuan peserta didik
d.    Bimbingan dan penyuluhan bagi peserta didik (guidance and counseling)
4.    Supervisi pengajaran
Hal ini meliputi :
a.     Usaha membangkitkan dan merangsang semangat guru-guru dan pegawai tata usaha dalam menjalankan tugasnya masing-masing sebaik-baiknya.
b.     Usaha mengembangkan, mencari, dan menggunakan metode-metode baru dalam mengajar dan belajar yang lebih baik
c.     Mengusahakan cara-cara menilai hasil-hasil pendidikan dan pengajaran.
5.    Pelaksanaan dan pembinaan kurikulum
Hal ini meliputi :
a.     Mempedomani dan merealisasikan apa yang tercantum di dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan dalam usaha mencapai dasar-dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran
b.     Menyusun dan melaksanakan organisasi kurikulum beserta materi-materi, sumber-sumber dan metode-metode pelaksanaanya, disesuaikan dengan pembaharuan pendidikan dan pengajaran serta kebutuhan mesyarakat dan lingkungan sekolah
c.     Kurikulum bukanlah merupakan sesuatu yang harus didikuti dan diturut begitu saja dengan mutlak tanpa perubahan dan penyimpangan sedikitpun. Kurikulum meripakan pedoman bagi para guru dalam menjalankan tugasnya.
6.    Pendirian dan perencanaan bangunan sekolah
Hal in meliputi :
a.     Cara memilih letak dan menentukan luas tanah yang dibutuhkan
b.     Mengusahakan, merencanakan dan menggunakan biaya pendirian gedung sekolah
c.      Menentukan jumlah dan luas ruangan-ruangan kelas, kantor, gudang, asrama, lapangan olah raga,dan sebagainya.
d.     Cara-cara penggunaan gedung sekolah dan fasilitas-fasilitas lainyang efektif dan produktif, serta pemeliharaannya secara kontinyu.
e.     Alat-alat perlengkapan sekolah dan alat-alat pelajaran yang dibutuhkan
7.    Hubungan sekolah dengan masyarakat
Hal ini mencakup hubungan sekolah dengan sekolah-sekolah lain, hubungan sekolah dengan instansi-instansi dan jawatan-jawatan lain dan hubungan sekolah dengan masyarakat pada umumnya. Hendaknya semua hubungan itu merupakan hubungan kerjasama yang bersifat pedagogis, sosiologis dan produktif yang dapat mendatangkan keuntungan dan perbaikan serta kemajuan bagi kedua belah pihak.
Dari apa yang telah diuraikan di atas, ruang lingkup yang tercakup di dalam administrasi pendidikan dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1.    Administrasi material, yaitu kegiatan administrasi yang menyangkut bidang-bidang materi/benda-benda seperti :ketatausahaan sekolah, administrasi keuangan, dan lain-lain.
2.    Administrasi personel, mencakup didalamnya administrasi personel guru dan pegawai sekolah, dan juga administrasi peserta didik.
3.    Administrasi kurikulum, yang mencakup didalamnya penyusunan kurikulum, pembinaan kurikulum, pelaksanaan kurikulum, seperti pembagian tugas mengajar pada guru-guru, penyusunan silabus,dan sebagainya.(Tsauri:13-16:2007)
Ruang Lingkup pembahasan administrasi pendidikan difokuskan pada kegiatan admnistrasi pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah sebagai pelayanan kebutuhan sekolah disatu pihak, dan sekolah sebagai pelaksana kegiatan pembelajaran dengan fokus utama pelayanan belajar dipihak lainnya.
Supervisi yang dijelaskan di atas, bahwa materi supervisi tidak terlepas dari administrasi pendidikan pada umumnya. Rifai (1982:142) mengatakan, bahwa di mana administrasi harus ada supervisi, dan jika ada supervisi tentu ada suatu yang dilaksanakan.
Ruang Lingkup supervisi pendidikan difokuskan pada perbaikan pengajaran sebagai upaya pertumbuhan jabatan professional guru, dengan penekanan yang diberikan kepada penginterogasian kebutuhan individu dengan tujuan pendidikan dan tugas- tugas pokok sekolah.
Dengan demikian, kedudukan supervisi pendidikan sama pentingnya dengan administrasi pendidikan. Supervisi merupakan salah satu fase atau tahap dari administrasi. Thomas H Briggs dalam Rifa’I (1989:225) menegaskan bahwa supervisi merupakan bagian atau aspek dari administrasi, khususnya yang mengenai usaha peningkatan guru sampai kepada taraf penampilan tertentu.

C.           Pengawas (Supervisor) Madrasah atau Sekolah dan Aturan yang Mengikat Supervisor
Berdasarkan keputusan Menteri Negara Pendayagunaan aparatur negara Dan reformasi birokrasi, nomor 21 tahun 2010, tentang jabatan fungsional pengawas sekolah dan angka kreditnya, dapat dipaparkan sebagai berikut :
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini yang dimaksud dengan:
1.    Jabatan fungsional Pengawas Sekolah adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan.
2.    Pengawas Sekolah adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diberi tugas, tanggung jawab dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan.
3.    Satuan pendidikan adalah taman kanak-kanaklraudhatul athfal,
sekolah dasarlmadrasah ibtidaiyah, sekolah menengah pertama/ madrasah tsanawiyah, sekolah menengah ataslmadrasah aliyah, sekolah menengah kejuruanlmadrasah aliyah kejuruan,pendidikan luar biasa atau bentuk lain yang sederajat.
4.    Kegiatan pengawasan adalah kegiatan pengawas sekolah dalam
menyusun program pengawasan, melaksanakan program pengawasan, evaluasi hasil pelaksanaan program, dan melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru.
5.    Pengembangan profesi adalah kegiatan yang dirancang dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, sikap dan keterampilan untuk peningkatan profesionalisme maupun dalam rangka menghasilkan sesuatu bermanfaat bagi pendidikan sekolah.
6.    Tim Penilai jabatan fungsional Pengawas Sekolah adalah tim yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dan bertugas menilai prestasi kerja Pengawas Sekolah.
7.    Angka kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan danlatau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh seorang Pengawas Sekolah dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya.
8.    Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
9.    Daerah khusus adalah daerah yang terpencil atau terbelakang, daerah dengan kondisi masyarakat adat yang terpencil, daerah perbatasan dengan negara lain, daerah yang mengalami  bencana alam, bencana sosial, atau daerah yang berada dalam keadaan darurat lain.
BAB II
RUMPUN JABATAN, BIDANG PENGAWASAN, KEDUDUKAN,
TUGAS POKOK, DAN BEBAN KERJA
Pasal 2
Jabatan fungsional Pengawas Sekolah adalah jabatan fungsional yang termasuk dalam rumpun pendidikan lainnya.
Pasal 3
Bidang pengawasan meliputi pengawasan taman kanakkanaklraudhatul athfal, sekolah dasarlmadrasah ibtidaiyah, pengawasan rumpun mata pelajaranlmata pelajaran, pendidikan luar biasa, dan bimbingan konseling.
Pasal 4
1)    Pengawas Sekolah berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional di bidang pengawasan akademik dan manajerial pada sejumlah satuan pendidikan yang ditetapkan.
2)    Pengawas Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah
jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh Guru yang berstatus sebagai PNS.
Pasal 5
Tugas pokok Pengawas Sekolah adalah melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan pembinaan, pemantauan pelaksanaan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan, penilaian, pembimbingan dan pelatihan professional Guru, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan pelaksanaan tugas kepengawasan di daerah khusus.
1)    Beban kerja Pengawas Sekolah adalah 37,5 (tiga puluh tujuh setengah) jam perminggu di dalamnya termasuk pelaksanaan pembinaan, pemantauan, penilaian, dan pembimbingan di sekolah binaan.
2)    Sasaran pengawasan bagi setiap Pengawas Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (I)ad alah sebagai berikut:
a.    untuk taman kanak-kanaklraudathul athfal dan sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah paling sedikit 10 satuan  pendidikan danlatau 60 (enam puluh) Guru;
b.     untuk sekolah menengah pertamalmadrasah tsanawiyah dan sekolah menengah ataslmadrasah aliyahlsekolah menengah kejuruanlmadrasah aliyah kejuruan paling sedikit 7 satuan pendidikan danlatau 40 (empat puluh) Guru mata pelajaranlkelompok mata pelajaran;
c.    untuk sekolah luar biasa paling sedikit 5 satuan pendidikan danlatau 40 (empat puluh) Guru; dan
d.    untuk pengawas bimbingan dan konseling paling sedikit 40 (empat puluh) Guru bimbingan dan konseling.
3)    Untuk daerah khusus, beban kerja pengawas sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling sedikit 5 (lima) satuan pendidikan secara lintas tingkat satuan dan jenjang pendidikan.












BAB III
METODE PENELITIAN

A.           Rancangan Penelitian
Metode penelitian adalah strategi umum yang digunakan dalam pengumpulan data, analisis data dan penarikan kesimpulan guna menjawab permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif.
Penilaian deskriptif adalah salah satu penelitian yang dilakukan untuk melukiskan variabel atau kondisi apa yang ada dalam situasi (Furchan, 982). Menurut Nana Sudjana dan Ibrahim (1989), penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejaka, peristiwa, keadaan, kejadian yang terjadi pada saat sekarang. Dengan kata lain, penelitian deskriptif mengambil masalah atau memusatkan perhatian kepada masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian dilaksanakan. Penelitian yang bersifat deskriptif bertujuan menggambarkan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, situasi, kejadian dan sifat populasi.
Berdasarkan pada pendapat tersebut, maka observasi ini termasuk dalam kategori penelitian deskrptif. Sedangkan masalah yang menjadi fokus perhatian dalam penelitian adalah masalah pengelolaan administrasi dan supervisi pendidikan yang ada di MTs Mahdaliyah Jambi.
Penulis juga melakukan telaah pustaka, yaitu mengumpulkan data dari barbagai sumber informasi yang terkait dengan masalah yang akan diteliti. Sumber informasi yang dimaksud dapat berupa buku, jurnal, koran, dan sumber informasi lainnya yang ada kaitannya dengan masalah penelitian ini, (M Zulham, 2011).
Maka dalam pengumpulan sumber data ini, penulis melakukan telaah pustaka dari buku, internet, dan berbagai sumber informasi yang terkait dengan permasalahan administrasi dan supervisi pendidikan.
B.           Instrumen Pengumpulan Data
Sesuai dengan tujuan dan untuk efisiensi dan efektifitas dalam pelaksanaan penelitian, maka instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah observasidan Dokumentasi.
a.    Observasi
Penggunaan observasi dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi secara langsung di lapangan terutama berkaitan dengan pengelolaan administrasi dan supervisi pendidikan di MTs Mahdaliyah Kota Jambi,  Aspek-aspek yang diamati sesuai dengan indikator-indikator dalam ruang lingkup penelitian.
b.    Dokumentasi
Teknik dokumentasi merupakan pengambilan data yang menggunakan alat proses gambar. Hal ini dimaksudkan untuk mengungkap informasi dan menggali informasi secara mendalam terhadap suatu permasalahan. Sehingga hasil penelitian terbukti nyata dan falid tanpa ada rekayasa.
















BAB IV
PAPARANN DATA DAN TEMUAN HASIL PENELITIAN

A.           Sejarah Singkat MTs Mahdaliyah
Untuk mengetahui sejarah lahirnya MTs Mahdaliyah Kota Jambi, maka peneliti melakukan interview secara langsung dengan Kepala Madrasah Tsanawiyah Mahdaliyah yang hasilnya sebagai berikut: Madrasah Tsanawiyah Mahdaliyah berdiri pada tanggal 09 Mei 1987, atas himbauan masyarakat. pada awal berdirinya, madrasah ini bernama : “MTs Mahdaliyah”. Berdasarkan Surat Keputusan Nomor D/W.c./MTs/0003/1992.
Madrasah Tsanawiyah Mahdaliyah ini dikelola oleh Yayasan Al Madrasatu Mahdaliyah Jambi yang beralamatdi jalan Sunan Kalijaga RT. 04/ Simpang III Sipin. dengan pertimbangan bahwa Madrasah ini betul-betul dipersiapkan untuk menjadi MTs Mahdaliyah Jambi. MTs Mahdaliyah beralamat di jalan Sunan Kalijaga RT. 04/ Simpang III Sipin. Kecamatan Kota Baru Jambi. Telp (0741) 41312, dimana lingkungan ini secara umum merupakan lingkungan masyarakat yang mendukung keberadaan Madrasah.

B.           Visi dan Misi MTs Mahdaliyah Jambi
Untuk mengetahui Visi dan Misi di lembaga ini berdasarkan data yang diperoleh dari Madrasah Tsanawiyah Mahdaliyah Jambi yaitu sebagai berikut :
Visi :
“Madrasah yang islami yang mampu membentuk siswa yang bertaqwa, nasionalis, bermoral dan berprestasi”
Misi :
1.     Kualitas keislaman, ditandai dengan tertib dalam beribadah dan lancar membaca Al-Qur’an.
2.     Wawasan kebangsaan, ditandai dengan kemampuan menjadi petugas upacara bendera dan kemampuan bergaul dengan baik dengan sesama warga negara, meskipun berbeda ras dan suku bangsa.
3.     Prestasi akademik, ditandai dengan nilai raport rata-rata 7 (tujuh).
4.     Wawasan berbahasa asing, ditandai dengan menguasai minimal 500 kosa kata dalam bahasa inggris, serta 500 kosa kata dalam bahasa arab.
5.     Kemampuan menguasai teknologi dan komunikasi, ditandai dengan penguasaan program Words, Exel pada komputer dan mampu mengakses internet.

C.           Struktur Organisasi MTs Mahdaliyah Jambi
Untuk mengetahui struktur organisasi di lembaga ini berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Madrasah menjelaskan sebagai berikut : dalam rangka mewujudkan MTS Mahdaliyah sebagai lembaga yang profesional, maka dalam aktifitas sehari-hari, langkah, dan komponen-komponen pendukung MTs Mahdaliyah di bingkai dalam sebuah tata kerja yang harmonis mulai dari pimpinan sekolah, guru karyawan, higga siswa. (Sumber: wawan cara dengan Ibu Thoipah, S.Pd, selaku Kepala Madrasah Mahdaliyah Jambi pada tanggal 21 November 2012)

D.           Struktur dan Muatan Kurikulum
Kurikulum merupakan komponen yang terpenting dalam sebuah lembaga pendidikan karena merupakan acuan dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar. Kurikulum yang digunakan di MTs Mahdaliyah adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Adapun struktur kurikulum yang dipakai oleh MTs sebagai berikut :
1.      Mata pelajaran agama meliputi :
a.    Al-Qur’an Hadits
b.    Aqidah Akhlak
c.    SKI
d.    Bahasa Arab
e.    Fiqih
2.      Mata pelajaran umum meliputi :
a.    Bahasa Indonesia
b.    Bahasa Inggris
c.    IPS
d.    IPA
e.    Penjas Kes
3.      Muatan lokal meliputi :
a.    TIK
b.    Kert Kes

E.           Sarana dan Prasarana MTs Mahdaliyah Jambi
Untuk mengetahui sarana dan prasana di lembaga ini berdasarkan hasil wawancara dengan Ka TU menjelaskan sekaligus observasi langsung ke MTs Mahdaliyah sebagai berikut :
Sampai dengan saat ini MTs Mahdaliyah Jambi telah memiliki 3 lokal (tiga ruang kelas), 1 (satu) ruang pimpinan/ Kepala Madrasah, 1 (satu) ruang guru, 1 (satu) ruang Tata Usaha, 1 (satu) ruang tempat beribadah, 1 (satu) ruang konseling, 1 (satu) ruang organisasi kesiswaan, 2 (dua) ruang WC siswa dan guru. Semuanya dibangun dengan dana yang diperoleh dari yayasan Al-Madrasatu Mahdaliyah, bantuan dari kementrian agama, dan partisipasi orang tua/ wali murid. (Sumber: wawancara dengan Ibu Arbidah, S.Pd.I selaku Ka TU MTs Mahdaliyah, pada tanggal 21 November 2012)
Tanah sekolah berasal dari tanah Yayasan Al-Madrasatu Mahdaliyah, yang dihibahkan untuk Madrasah Tsanawiyah Mahdaliyah.
Keadaan Tanah MTs Mahdaliyah
Status             : Tanah Yayasan Al-Madrastu Mahdaliyah
Luas tanah    : 621 M2
F.            Kondisi Guru dan Karyawan MTs Mahdaliyah Jambi
Untuk mengetahui kondisi guru dan karyawan di lembaga ini berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Madrasah menjelaskan sebagai berikut : MTs Mahdaliyah Jambi dalam menyiapkan guru, memiliki kompetensi dan kualifikasi pengetahuan yang memadai, baik dari standar kompetensi mengajar maupun dari segi pendidikan, dikarenakan guru maupun karyawan berperang penting dalam proses belajar mengajar, yang akan mengantarkan keberhasilan peserta didik. (Sumber: wawancara dengan Ibu Dra. Thoipah, S.Pd, selaku Kepala Madrasah Tsanawiyah Mahdaliyah, pada tanggal 21 November 2012).
Hal ini diperkuat dengan data dokumentasi Madrasah dan observasi langsung ke Madrasah. Bahwa jumlah guru dan karyawan MTs Mahdaliyah Jambi sebayak 21 orang. Guru-guru tersebut mayoritas sarjana bahwasanya guru MTs Mahdaliyah merupakan tenaga pendidik yang kompeten. Adapun struktur Organisasi MTs Mahdaliyah sebagaimana dalam lampiran.

G.           Kondisi Siswa MTs Mahdaliyah Jambi
Untuk mengetahui Kondisi siswa di lembaga ini berdasarkan hassil wawancara dengan Kepala Madrasah menjelaskan sebagai berikut : Siswa adalah seseorang yang dijadikan objek sekaligus sebagai subjek dalam pendidikan, dalam hal ini siswa sangat berperan dalam pembelajaran. Minat, bakat, motivasi, dan juga dukungan dari siswa ini sebuah lembaga diakui oleh masyarakat maupun pemerintah. (Sumber: wawancara dengan Ibu Dra. Thoipah, S.Pd selaku Kepala Madrasah Mahdaliyah Jambi pada tanggal 21 November 2012).
Hal ini diperkuat dengan data dokumentasi Madrasah yaitu jumlah siswa MTs Mahdaliyah Jambi pada tahun ajaran 2012-2013 sebanyak 98 siswa.


BAB V
PENUTUP

A.           Kesimpulan
Dari hasil observasi yang telah dilakukan, ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil, antara lain :
Madrasah Tsanawiyah Mahdaliyah, berdiri atas himbauan masyarakat, dan surat perijinan dari kementrian agama, berdasarkan surat keputusan Nomor D/W.C./MTs/0003/1992.
Semua gedung dan sarana pendidikan MTs Mahdaliyah  dibangun dengan dana yang diperoleh dari Yayasan Al-Madrasatu Mahdaliyah, dan bantuan dari Kementrian Agama, serta partisipasi dari orang tua/ wali murid.
Melalui guru dan karyawan madrasah yang profesional, dapat membantu masyarakat terpelajar dalam hal ini adalah peserta didik, untuk menjemput dan mengembangkan minat, dan bakat mereka dibidang akademik maupun nonakademik, yang memungkinkan peserta didik sukses dalam menjalankan kewajiban dan tanggung jawab sebagai peserta didik, dan  menjadi manusia yang kompeten serta berguna bagi nusa dan bangsa.

B.           Saran
Berdasarkan kesimpulan yang terlah dipaparkan, maka terdapat beberapa saran yang disampaikan :
1.   Bagi Supervisor
 Supervisor adalah pihak yang menjadi penasehat kegiatan belajar mengajar, maka agar memberikan jalan dan solusi bagi  sekolah/madrasah agar semakin meningkatkan kemampuan memanajemen sekolah/madrasah.


2.    Bagi Pihak Sekolah
Sekolah/madrasah yang bagus bukan hanya sekolah/madrasah  yang memiliki sarana yang cukup namun juga sekolah/madrasah yang mempunyai menajemen sarana dan prasarana yang menunjang, oleh karena itu, pihak sekolah/madrasah harus lebih memperhatikan manajemen yang ada di sekolah/madrasah.

























DAFTAR PUSTAKA


Mukhtar, 2009. Orientasi Bari Supervisi Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Pers
Undang-undang Peraturan Pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi,. Nomor 21 Tahun 2010,. Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah, dan angka Kreditnya
Aminnatul, Widyana., 2011., laporan observasi administrasi sarana,
http://aminnatul-widyana.blogspot.com/2011/07/laporan-observasi-administrasi-sarana.html
http://www.masbied.com/2011/02/15/pengertian-dan-perlunya-supervisi-pendidikan/#more-4850











YAYASAN ALMADRASATU MAHDALIYAH JAMBI
MADRASAH TSANAWIYAH MAHDALIYAH
Alamat : Jalan Sunan Kalijaga RT. 04/ 11 Simpang III Sipin
KECAMATAN KOTA BARU JAMBI
Telp. (0741) 41312

Nomor            :                                                                 Medan, 23 Mei 2009
Lamp              : -
Prihal             : Telah Melaksanakan Riset
Kepada Yth   : Bapak Dosen Pengampu
                          Mata Kuliah Adm & Supervisi
                          Pendidikan
Di -
Tempat.

Assalamu'alaikum. wr. wb.
Dengan hormat, menanggapi surat mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah IAIN Sultan Thaha Saifudin Jambi, prihal melakukan penelitian dalam rangka penulisan tugas mata kuliah " Administrasi dan Supervisi Pendidikan " yaitu:
N a m a          : ARIF RIDIAWAN
N i m               : TE. 110551
Studi               : Bahasa Inggris
Menyatakan telah selesai melaksanakan riset tgl. 24November 2012 di MTs Mahdaliyah Jambi.
Demikian surat ini kami perbuat dengan sebenarnya dan dapat dipergunakan dengan seperlunya.

Kepala Mts Mahdaliyah Jambi


         Dra. Thoipah, S.Pd
DAFTAR PERTANYAAN

1.            Bagaimana sejarah  berdirinya Madrasah Tsanawiyah Mahdaliyah?
2.            Bagaimana pengelolaan struktur organisasi di Madrasah Tsanawiyah Mahdaliyah?
3.            Apa visi dan misi Madrasah Tsanawiyah Mahdaliyah?
4.            Bagaimana kondisi guru dan karyawan di Madrasah Tsanawiyah Mahdaliyah?
5.            Bagaimana kondisi siswa di Madrasah Tsanawiyah Mahdaliyah?
6.            Dalam pembelajaran, kurikulum apa yang berlaku di Madrasah Tsanawiyah Madhaliyah?
7.            Bagaimana kondisi sarana dan prasarana Madrasah Tsanawiyah Mahdaliyah?

















Share this

0 Comment to "Contoh Laporan Observasi Pengelolaan Administrasi dan SUpervisi Pendidikan"

Post a Comment