Wednesday, October 12, 2016

CONTOH LAPORAN PPL BAB II

BAB II
GAMBARAN UMUM LOKASI PKM


A.            Sejarah SMP Negeri 9 Kota Jambi
SMP Negeri 9 Kota Jambi adalah sebuah instansi pendidikan yang dimiliki pemerintah yang berada di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Kota Jambi.
SMP Negeri 9 Kota Jambi didirikan tahun 1979, pada awal didirikan namanya belum berupa Sekolah Menengah Pertama tetapi masih bernama Sekolah Teknik (ST) Negeri 1 dan baru tahun 1979 namanya berubah menjadi SMP Negeri 9 Kota Jambi. SMP Negeri 9 Kota Jambi berlokasi di jalan Maria Walanda Maramis, Kelurahan Sulanja, Kecamatan Jambi Timur, Kode Pos 36144, Telp. 0741-24332. SMP Negeri 9 Kota Jambi dikepalai oleh Bapak Sutan Nasution, S.Pd yang sebelumnya dipimping oleh Ibu Sri Anjani, S.Pd.
Dalam perkembangannya SMP Negeri 9 Kota Jambi telah mampu berkembang dari awalnya berstatus Sekolah Teknik menjadi Sekolah Menengah Pertama dan mampu mengejar ketinggalan dari sekolah lain. Penambahan baik dari struktur maupun infrastruktur sekolah terus digalakkan. Kepala sekolah majelis guru serta karyawan SMP Negeri 9 Kota Jambi mengedepankan kedisiplinan berbagai bidang dengan penuh semangat kekeluargaan dan kebersamaan.
Sampai sekarang, ruangan untuk kegiatan Belajar Mengajar siswa berjumlah 22 ruangan. Yaitu 8 (delapan) ruangan untuk kelas  VII A – VII H, 7(tujuh) ruangan untuk kelas VIII A – VIII G, dan 7 (tujuh) ruangan untuk kelas IX A – IX G.

B.            Visi dan Misi SMP Negeri 9 Kota Jambi
1.      Visi sekolah
Unggul dalam prestasi yang berakar pada nilai – nilai budaya bangsa.
2.      Misi sekolah
a.         Meningkatkan mutu propesionalisme seluruh personal sekolah.
b.        Mengembangkan wawasan keunggulan sebagai prasarat menuju terwujudnya peningkatan kualitas kerja.
c.         Membina rasa tanggung jawab dan kekompakan dalam bekerja agar terciptanya suasana yang harmonis dan penuh rasa kekeluargaan.
d.        Mengembangkan kerja sama antara sekolah dengan masyarakat.
e.         Menumbuh kembangkan sifat kreatif dan inovatif kepada seluruh warga sekolah serta sikap keberanian dalam menghadapi setiap tantangan

C.            Kurikulum SMP Negeri 9 Kota Jambi
KURIKULUM BERKARAKTER
(K 13)
Nama              : SMP Negeri 9 Kota Jambi
Alamat            : Jln. Maria Walanda Maramis Kota Jambi

1.      Organisasi Kompetensi
Mata pelajaran adalah unit organisasi terkecil dari Kompetensi Dasar. Untuk kurikulum SMP/MTs, organisasi Kompetensi Dasar dilakukan dengan cara mempertimbangkan kesinambungan antarkelas dan keharmonisan antarmata pelajaran yang diikat dengan Kompetensi Inti. Berdasarkan pendekatan ini maka terjadi reorganisasi Kompetensi Dasar mata pelajaran sehingga Struktur Kurikulum SMP/MTs menjadi lebih sederhana karena jumlah mata pelajaran dan jumlah materi berkurang.
Substansi muatan lokal termasuk bahasa daerah diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Seni Budaya. Substansi muatan lokal yang berkenaan dengan olahraga serta permainan daerah diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan. Sedangkan Prakarya merupakan mata pelajaran yang berdiri sendiri.
2.        Tujuan Satuan Pendidikan
Penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang dinyatakan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan bertujuan membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang:
a.       beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur;
b.      berilmu, cakap, kritis, kreatif, dan inovatif;
c.       sehat, mandiri, dan percaya diri; dan
d.      toleran, peka sosial, demokratis, dan bertanggung jawab.
3.       Struktur Kurikulum dan Beban Belajar
A.            Struktur Kurikulum
Struktur kurikulum menggambarkan konseptualisasi konten kurikulum dalam bentuk mata pelajaran, posisi konten/mata pelajaran dalam kurikulum, dostribusi konten/mata pelajaran dalam semester atau tahun, beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per minggu untuk setiap siswa. Struktur kurikulum adalah juga merupakan aplikasi konsep pengorganisasian konten dalam sistem belajar dan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran. Pengorganisasian konten dalam sistem belajar yang digunakan untuk kurikulum yang akan datang adalah sistem semester sedangkan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran berdasarkan jam pelajaran per semester.
Struktur kurikulum juga gambaran mengenai penerapan prinsip kurikulum mengenai posisi seorang siswa dalam menyelesaikan pembelajaran di suatu satuan atau jenjang pendidikan. Dalam struktur kurikulum menggambarkan ide kurikulum mengenai posisi belajar seorang siswa yaitu apakah mereka harus menyelesaikan seluruh mata pelajaran yang tercantum dalam struktur ataukah kurikulum memberi kesempatan kepada siswa untuk menentukan berbagai pilihan.



Struktur Kurikulum SMP/MTs adalah sebagai berikut:
MATA PELAJARAN
ALOKASI WAKTU BELAJAR PER MINGGU
VII
VIII
IX
Kelompok A

1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3
3
3
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3
3
3
3.
Bahasa Indonesia
6
6
6
4.
Matematika
5
5
5
5.
Ilmu Pengetahuan Alam
5
5
5
6.
Ilmu Pengetahuan Sosial
4
4
4
7.
Bahasa Inggris
4
4
4
Kelompok B
1.
Seni Budaya
3
3
3
2.
Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan
3
3
3
3.
Prakarya
2
2
2
Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu
38
38
38

Keterangan:
Mata pelajaran Seni Budaya dapat memuat Bahasa Daerah.
Selain kegiatan intrakurikuler seperti yang tercantum di dalam struktur kurikulum diatas, terdapat pula kegiatan ekstrakurikuler SMP/MTs antara lain Pramuka (Wajib), Organisasi Siswa Intrasekolah, Usaha Kesehatan Sekolah, dan Palang Merah Remaja.
Mata pelajaran Kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat. Mata pelajaran Kelompok B yang terdiri atas mata pelajaran Seni Budaya, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, dan Prakarya adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan konten lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah.
Satuan pendidikan dapat menambah jam pelajaran per minggu sesuai dengan kebutuhan peserta didik pada satuan pendidikan tersebut.
Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial dikembangkan sebagai mata pelajaran integrative science dan integrative social studies, bukan sebagai pendidikan disiplin ilmu. Keduanya sebagai pendidikan berorientasi aplikatif, pengembangan kemampuan berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pengembangan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial dan alam. Disamping itu, tujuan pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial menekankan pada pengetahuan tentang bangsanya, semangat kebangsaan, patriotisme, serta aktivitas masyarakat di bidang ekonomi dalam ruang atau space wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ilmu Pengetahuan Alam juga ditujukan untuk pengenalan lingkungan biologi dan alam sekitarnya, serta pengenalan berbagai keunggulan wilayah nusantara.
Seni Budaya terdiri atas empat aspek, yakni seni rupa, seni musik, seni tari, dan seni teater. Masing-masing aspek diajarkan secara terpisah dan setiap satuan pendidikan dapat memilih aspek yang diajarkan sesuai dengan kemampuan (guru dan fasilitas) pada satuan pendidikan itu.
Prakarya terdiri atas empat aspek, yakni kerajinan, rekayasa, budidaya, dan pengolahan. Masing-masing aspek diajarkan secara terpisah dan setiap satuan pendidikan menyelenggarakan pembelajaran prakarya paling sedikit dua aspek prakarya sesuai dengan kemampuan dan potensi daerah pada satuan pendidikan itu.
B.          Beban Belajar
Beban belajar di SMP/MTs untuk kelas VII, VIII, dan IX masing-masing 38 jam per minggu. Jam belajar SMP/MTs adalah 40 menit.
Dalam struktur kurikulum SMP/MTs ada penambahan jam belajar per minggu dari semula 32, 32, dan 32 menjadi 38, 38 dan 38 untuk masing-masing kelas VII, VIII, dan IX. Sedangkan lama belajar untuk setiap jam belajar di SMP/MTs tetap yaitu 40 menit.
Dengan adanya tambahan jam belajar ini dan pengurangan jumlah Kompetensi Dasar, guru memiliki keleluasaan waktu untuk mengembangkan proses pembelajaran yang berorientasi siswa aktif belajar. Proses pembelajaran siswa aktif memerlukan waktu yang lebih panjang dari proses pembelajaran penyampaian informasi karena peserta didik perlu latihan untuk melakukan pengamatan, menanya, asosiasi, menyaji, dan komunikasi. Proses pembelajaran yang dikembangkan guru menghendaki kesabaran dalam menunggu respon peserta didik karena mereka belum terbiasa.Selain itu, bertambahnya jam belajar memungkinkan guru melakukan penilaian proses dan hasil belajar.
4.       Muatan Kurikulum
a.       Mata Pelajaran
1.      Pendidikan Agama
Meliputi :
Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha, mengingat kondisi sosial budaya masyarakat di lingkungan sekitar sekolah.
Tujuan :
Memberikan wawasan terhadap keberagaman agama di Indonesia.
Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa sesuai keyakinan agamanya masing-masing.
2.      Kewarganegaraan dan kepribadian
Tujuan :
Memberikan pemahaman terhadap siswa tentang kesadaran hidup berbangsa, bernegara, pentingnya rasa persatuan, kesatuan dan membudayakan nilai-nilai karakter bangsa.
3.      Bahasa Indonesia
Tujuan :
Membina keterampilan berbahasa secara lisan dan tertulis serta dapat menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dan sarana pemahaman terhadap IPTEK serta membudayakan prilaku gemar membaca di lingkungan sekolah.
4.      Bahasa Inggris
Tujuan :
Membina keterampilan berbahasa dan berkomunikasi secara lisa dan tertulis untuk menghadapi perkembangan IPTEK dalam menyongsong era globalisasi.
5.      Matematika
Tujuan :
Memberikan pemahaman logika dan kemampuan dasar matematika dalam rangka penguasaan IPTEK.



6.      Ilmu Pengetahuan Alam
Tujuan :
Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada siswa untuk mrnguasai dasar-dasar sains dalam rangka penguasaan IPTEK.
7.      Ilmu Pengetahuan Sosial
Tujuan :
Memberikan pengetahuan sosio cultural masyarakat yang majemuk, mengembangkan kesadaran hidup bermasyarakat serta memiliki keterampilan hidup secara  membudayakan prilaku kewirausahaan.
8.      Seni Budaya
Meliputi : Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari
Tujuan :
Mengembangkan apresiasi seni, daya kreasi dan kecintaan pada seni budaya daerah Jambi dan budaya nasional.
9.      Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Tujuan :
Menanamkan kebiasaan hidup sehat, meningkatkan kebugaran dan keterampilan dalam bidang olahraga, menanamkan rasa sportifitas, tanggung jawab disiplin dan percaya diri pada siswa.
10.  Keterampilan/ Teknologi Informasi dan Komunikasi
Meliputi : Terknologi Informasi dan Komunikasi
Tujuan :
Memberikan keterampilan dibidang Teknologi Informatika sesuai dengan perkembangan ilmu Teknologi
b.      Muatan Lokal
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mrngrmbangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulandaerah, yang materinya disesuaikan menjadi bagian dari mata pelajaran itu sendiri. Adapun substansi muatan lokal yang akan diselenggarakan di SMP Negeri 9 Kota Jambi adalah keterampilan dan budaya daerah.
Tujuan :
mengembangkan keterampilan produk unggulan daerah Jambi.
c.       Kegiatan Pengembangan Diri
Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik  sesuai dengan kondisi sekolah berdasarkan kondisi obyektif sekolah, maka kegiatan pengembangan diri di SMP Negeri 9 Kota Jambi ditetapkan sebagai berikut:
1.      Keagamaan :
Siswa mampu dan terampil membaca Al-Qur’an yang benar, siswa termpil membaca berzanji, siswa terampil dalam qasidah, marawis/ bacaan Asmaul Husna, siswa terampil menguasai tata cara penyelenggaraan jenazaah, siswa terampil melakukan shalat fardhu secara munfarid dan berjamaah, terampil menjadi muadzin, imam shalat.
2.      Kegiatan pelayanan Konseling
Melayani :
a)      Masalah kesulitan belajar
b)      Pengembangan karir
c)      Pemilihan jenjang pendidikan yang lebih tinggi
d)      Masalah dalam kehidupan sosial
e)      Siswa dapat menangkal berbagai pengaruh negatif seperti
                                                     i.      Penyalahgunaan Narkoba
                                                   ii.      Pelanggaran disiplin lalu lintas
                                                 iii.      Pengaruh teman sebaya yang negatif
3.      Kepramukaan
a)      Sebagai wahana siswa untuk berlatih berorganisasi
b)      Melatih siswa untuk terampil dan mandiri
c)      Melatih siswa untuk mempertahankan hidup
d)      Memiliki jiwa sosial dan peduli kepada orang lain
e)      Memiliki sikap kerjasama kelompok
f)       Dapat menyelesaikan permasalahan dengan tepat



4.      Kegiatan PMR
a)      Praktik PPPK
b)      Memiliki jiwa sosial dan peduli kepada orang lain
c)      Memiliki sikap kerjasama kelompok
d)      Melatih siswa untuk cepat dan tepat dalam memberika pertolongan pertama
e)      Mengoptimalkan pelayanan UKS
5.      Kegiatan Olahraga Seni dan Budaya
a)      Pengembangan Olah Raga
b)      Pengembangan Seni, Musik, Tari dan Teater
c)      Pengambangan seni baca Al-Qur’an dan Kaligrafi
Mekanisme Pelaksanaan
Kegiatan Pengembangan Diri diberikan di luar jam pembelajaran (ekstrakurikuler) dibina oleh guru-guru yang memiliki kualifikasi yang baik berdasarkan surat keputusan Kepala Sekolah


Share this

0 Comment to "CONTOH LAPORAN PPL BAB II"

Post a Comment