Thursday, October 27, 2011

Kepemimpinan


Bagaimana  menurut anda orang yang ingin menjadi kepala desa, dengan cara berdukun..??

 
Tidak layak seseorang yang ingin menjadi pemimpin dengan cara demikian, seorang pemimpin adalah seseorang yang mampu menghadapi sebuah persoalan dengan cara yang baik, jika dari awal sudah terdapat unsur kemusrikan, bagaimana dengan tindak  selanjutnya, dengan kata lain dari niat awalnya adalah nafsu, maka yang akan ia perintahkan sesuai dan sekehendak nafsunya, bukan dari pemikiran yang secara logis, dan masyarakat akan menderita. Sedangkan syarat seorang menjadi pemimpin adalah :
1.      Mengenal Allah swt
Seseorang itu harus mengenali Allah, Rasul, dan dirinya sendiri sebelum ia mengenali rakyat yang akan dipimpinnya.
“dapat dibayangkan jika seorang pemimpin tidak mengenal yang tersebut di atas maka bagaimana ia dapat mengenali rakyat, dan penderitaan orang lain”
2.      Beriman
Setelah dapat mengenali Allah, Rasul, dan Dirinya sendiri, ia juga harus percaya dan bertaqwa kepada Allah swt. Ukuran keimanan seorang pemimpin Sabar, Adil, Jujur, Iklas, baik terhadap diri sendiri, lingkungan, Rakyat yang semata-mata  karena Allah. (ambisi, nafsu pribadi)
3.      Pandai Berkomunikasi
Pemimpin  juga harus mampu berkomunikasi dengan baik (tidak bisu, buta dan tuli) karena pemimpin harus mampu mengkomonikasikan segala permasalahan yang dihadapi rakyatnya. Makna berkominikasi ini bukan kepada manusia saya tetapi mamapu berkomonikasi dengan dirinya sendiri, Lingkungan alam, kepada mahluk yang tidak  terlihat mata dan kepada leluhur 
“Anda dapat bayangkan seorang pemimpin tidak mampu berkomunikasi dengan baik maka dia akan jadi seorang pemimpin yang bicara asal–asalan/ngawur maka akan terjadi kekacauan dikarenakan pemimpinnya asal ngomong/asal bicara sehingga membuat rakyat bingung Maka pemimpin tidak boleh asal bicara/ngomong/sembrono ( harus Hati – hati )”
4.      Cerdas
“Dapat anda bayangkan seorang pemimpin tidak punya kecerdasan yang memadai  atau lebih bodo dari rakyatnya bagaimana mungkin ia mampu mengatur rakyatnya sedang pemimpinya tidak cerdas dan rakyatnya juga bodo Padahal seorang pemimpin itu adalah tempat rakyatnya bertanya dalam mengatasi segala masalahnya dan membuat keputusan yang akan di ikuti dan di jadikan pedoman rakyatnya.Maka keadaan demikian seperti Orang buta menuntun orang buta maka keduanya akan menuju jurang kesengsaraan “
5.      Berkepedulian tinggi
“Anda dapat bayangkan seorang pemimpin tidak memiliki kepedulian terhadap rakyatnya dia hanya ngomong saja bahkan ia hanya mengurus diri keluarga serta saudara bagaimana dia akan memimpin rakyat kerjannya aja ngurus dan hanya mementingkan diri sendiri, tidak punya kepedulian terhadap rakyatnya mau mati kek mau hidup masa bodo bahaya bukan, itu semua karena hanya sekehendak nafsu, dan kebutuhan pribadi setelah ia menjadi pemimpin nantinya”

6.      Konsekuen
Anda dapat banyangkan Apabila seorang tidak konsekwen dia dalam menegakan aturan pilih–pilih dan dia tidak konsekwen terhadap apa yang telah dia ucapkan atau putuskan. Dia seorang pemimpin yang mencla–mencle Pagi A sorenya B besoknya C  biadab bukan, itu semua juga dikarenakan dari awal ia mencalonkan diri sebagai kandidat tidak sesuai dengan akal sehat, melaikan menggunakan cara yang sangat dibenci oleh Allah swt.



Maka Sebaik–baiknya seorang pemimpin harus  mengenali/memahami Allah Swt, Rosulnya dan diri sendiri, Percaya/beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt. Mampu berkomonikasi dengan baik, cerdas, peduli, Punya nyali maka dia juga harus konsekwen dan bertanggung jawab terhadap apa yang telah ia putuskan dan telah dia perbuat dia sanggup mempertanggung jawabkan segala perbuatannya dihadapan rakyat dan Allah swt roob semesta alam . maka dialah sebaik–baik  pemimpin.

Namun fakta hari ini uang dan emaslah yang berkuasa tidak perlu pusing – pusing untuk debat ilmiah yang ada kamu siapa, kamu punya uang berapa, kamu anak siapa, umur kamu berapa? Apakah keadaan tersebut akan kita diamkan saja (masa bodo) jawabnya tidak ….!


Share this

0 Comment to "Kepemimpinan"

Post a Comment